Minggu, 19 April 2026

Dari Balik Dapur MBG, Eks Narapidana Menata Ulang Hidupnya

Photo Author
Holiyadi, Pandhalungan.com
- Senin, 16 Februari 2026 | 11:05 WIB
Foto Istimewa Pandhalungan.com
Foto Istimewa Pandhalungan.com

Suatu hari, ia melihat bangunan baru berdiri di dekat tempat tinggalnya. Ia bertanya kepada tetangga. Itu dapur MBG. Frederick memberanikan diri menawarkan tenaga. Ia pun diterima. “Sekalipun saya mantan narapidana, saya bersyukur masih diterima bekerja di sini,” ucapnya penuh syukur. 

Sejak itu, hidupnya perlahan berubah. Ada kepastian insentif setiap bulan. Sesuatu yang dulu tak pernah ia rasakan ketika bergantung pada kebun dan proyek musiman.

Baca Juga: Relawan SPPG di NTT: Dulu Beli Beras 1 Kilopun Susah, Sekarang Sudah Bisa Beli Motor

“Kalau di kebun, saya tidak tahu alam yang berkuasa. Di sini saya hanya menunggu kapan menerima insentif,” kalimat itu diucapkannya dengan senyum kecil.

Dengan bekerja di dapur MBG, ia juga merasa bangga bisa menghadirkan senampan makanan sarat gizi untuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Anak kandung Frederick memang belum menjadi penerima manfaat MBG. Namun ia merasa bangga setiap kali melihat porsi makanan tersaji untuk para siswa.

Ia tahu betul kondisi di kampungnya. “Kadang anak-anak makan atau enggak, mereka jalan saja pergi sekolah. Dan itu membuat anak jadi lemah, bahkan pingsan”. 

Setelah ada MBG, Frederick menilai suasananya berbeda. “Mungkin lewat adanya sentuhan MBG ini, ya saya rasa anak itu senang. Senang sekali. Dan bahkan kita orang tua juga sangat senang,” ujarnya. 

Baca Juga: Dari Balik Dapur MBG, Eks Narapidana Menata Ulang Hidupnya

Di dapur itu, Frederick tak hanya memotong ayam dan sayur. Ia merasa ikut memotong rantai lapar yang selama ini mengintai anak-anak desa.

Di akhir perbincangan, Frederick menyampaikan harapan sederhana. “Secara pribadi, ucapan limpah terima kasih bagi Pak Presiden Prabowo Subianto lewat adanya program MBG ini. Harapan saya, setelah masa Pak Prabowo, siapapun presidennya program ini akan tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Di antara uap panas masakan dan suara denting alat dapur, Frederick seperti menemukan kembali harga dirinya. Dapur MBG bukan sekadar tempat bekerja. Di sanalah ia mendapatkan kesempatan kedua untuk berdamai dengan masa lalu dan menata ulang masa depannya.

Halaman:

Editor: Holiyadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X