Sabtu, 18 April 2026

Dua Siswa Jadi Korban Peluru Nyasar, Komisi I Desak TNI Lakukan Audit Investigasi

Photo Author
Agus Sugiyanto, Pandhalungan.com
- Jumat, 17 April 2026 | 12:48 WIB
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden peluru nyasar yang mengenai dua siswa SMPN 33 Gresik. Foto istimewa
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden peluru nyasar yang mengenai dua siswa SMPN 33 Gresik. Foto istimewa

 

Pandhalungan.com, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden peluru nyasar yang mengenai dua siswa SMPN 33 Gresik, yakni Darrell Fausta Hamdani dan Renheart Octo Hanaya.

Insiden tersebut diduga berasal dari aktivitas latihan tembak prajurit TNI AL di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi sekolah.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Anambas Kepri: Sampel Makanan Dibawa ke Batam hingga Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Oleh Soleh mendesak TNI Angkatan Laut untuk segera melakukan audit investigasi secara menyeluruh guna mengungkap secara pasti asal peluru yang mengenai kedua siswa tersebut. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam penanganan kasus.

“Audit investigasi harus dilakukan secara serius dan terbuka agar diketahui secara pasti sumber peluru tersebut. Ini menyangkut keselamatan masyarakat sipil,” ujar Oleh Soleh, Kamis (16/4/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) dalam pelaksanaan latihan tembak, maka prajurit yang terbukti bersalah harus diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Kepanikan Warga saat Gudang Ban Terbakar di Cibodas, Asap Hitam Membumbung saat Keluar Rumah

“Jika latihan dilakukan tidak sesuai SOP, maka harus ada pertanggungjawaban. Penegakan disiplin sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden peluru nyasar yang mengenai dua siswa SMPN 33 Gresik. Foto istimewa

Mantan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat itu juga menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi evaluasi serius bagi institusi militer dalam setiap pelaksanaan latihan, khususnya yang berpotensi berdampak pada masyarakat sekitar.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi TNI dalam menjalankan latihan militer. Jangan sampai peluru yang ditembakkan justru membahayakan warga sipil, apalagi korbannya adalah anak-anak sekolah,” tambahnya.

Baca Juga: Viral Bule di Renon Disebut Bikin Onar dengan Tetangga hingga Lakukan Pengancaman

Ia berharap kejadian ini dapat segera ditangani dengan baik, serta korban mendapatkan penanganan maksimal, sekaligus memastikan adanya langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Sebelumnya, Komandan Pasukan Marinir (Pasmar) 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa sebanyak 119 personel atas insiden peluru nyasar yang mengenai dua siswa SMP di Gresik.

Halaman:

Editor: Agus Sugiyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X