Pandhalungan.com, CIPUTAT – Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendadak riuh. Sebuah layar besar memampang tajuk "Nongkrong Bareng Dilan ITB 1997". Namun, magnet utamanya bukanlah sekadar poster film, melainkan kehadiran sosok di baliknya: Nazril Irham, alias Ariel NOAH.
Kehadiran Ariel di kampus "Hijau Toska" ini merupakan bagian dari rangkaian promosi film terbarunya, Dilan ITB 1997, yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 30 April mendatang.
Dalam film garapan Fajar Bustomi ini, Ariel memikul beban berat—menghidupkan sosok Dilan versi dewasa yang telah beranjak dari bangku SMA menuju bangku kuliah Seni Rupa di ITB.
Baca Juga: Bukan Gitar, Ariel NOAH Bawa Nostalgia Dilan 1997 ke Hadapan Mahasiswa FISIP UIN Jakarta
"Ini tantangan besar. Karakter Dilan sudah sangat melekat dengan Iqbaal (Ramadhan), tapi Pidi Baiq meyakinkan saya bahwa Dilan dewasa butuh kedewasaan yang berbeda," ujar Ariel di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Acara "Nongkrong Bareng" ini tak sekadar bincang film. Diskusi mengalir ke arah proses kreatif Ariel dalam mendalami karakter Dilan yang puitis namun lebih matang, di tengah gejolak politik menjelang Reformasi 1998 yang menjadi latar belakang film tersebut. Selain berakting, Ariel juga baru saja merilis lagu "Dulu Kita Masih Remaja" sebagai original soundtrack resmi untuk melengkapi nuansa nostalgia era 90-an.
Baca Juga: Ciptakan Petugas Andal, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Refreshing PPKA
Kehadiran sang musisi di podium FISIP UIN Jakarta hari ini seolah menegaskan bahwa semesta Dilan belum berakhir. Bagi para penggemar, transformasi Dilan dari seorang remaja bermotor menjadi mahasiswa idealis versi Ariel adalah babak baru yang patut dinanti.
Penulis: Zainul
Artikel Terkait
Viral Kakek Ojek Baturaja Sumsel Merayu Siswi SMP, Minta Peluk dan Cium Setelah Pulang Sekolah
Ciptakan Petugas Andal, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Refreshing PPKA
Bukan Gitar, Ariel NOAH Bawa Nostalgia Dilan 1997 ke Hadapan Mahasiswa FISIP UIN Jakarta