Minggu, 19 April 2026

Pj Sekda Jember dan DPUBM Provinsi Jatim Tinjau Langsung Lokasi Jembatan Rusak Pascabanjir

Photo Author
Agus Sugiyanto, Pandhalungan.com
- Senin, 16 Februari 2026 | 09:41 WIB
Pj Sekda Jember dan DPUBM Provinsi Jatim Tinjau Langsung Lokasi Jembatan Rusak Pascabanjir. Foto istimewa
Pj Sekda Jember dan DPUBM Provinsi Jatim Tinjau Langsung Lokasi Jembatan Rusak Pascabanjir. Foto istimewa



Pandhalungan.com, Jember Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, bersama dengan jajaran Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang meninjau langsung sejumlah titik lokasi yang terdampak banjir parah akibat curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan memastikan keselamatan ribuan warga yang terdampak.

Tercatat, ada sejumlah lokasi jembatan rusak akibat banjir yang ditinjau pada Minggu (15/2/2026). Di antaranya, Jembatan cinta, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi; Jembatan Merah Putih, Desa Pakis, Kecamatan Panti; dan Jembatan Sentool, Desa Suci, Kecamatan Panti.

Pj Sekda Jember dan DPUBM Provinsi Jatim Tinjau Langsung Lokasi Jembatan Rusak Pascabanjir. Foto istimewa

​Dalam tinjauannya, Helmi mengungkapkan bahwa bencana banjir kali ini merupakan salah satu yang cukup parah dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun terakhir. Berdasar data sementara, curah hujan tinggi ini telah berdampak pada lebih dari 7 ribu Kepala Keluarga (KK) di berbagai wilayah di Kabupaten Jember.

Baca Juga: Komunitas UMKM di Jabar Sambut Baik Ide Gentengnisasi Prabowo: Bisa Angkat Ekonomi Rakyat

​Pemerintah Kabupaten Jember kini tengah fokus melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kerusakan fasilitas publik. Helmi menegaskan bahwa sejumlah infrastruktur vital mengalami kerusakan serius.

​"Kami meninjau semua titik, baik infrastruktur desa, kabupaten, maupun provinsi. Semuanya dipetakan untuk menentukan skala prioritas penanganan. Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk percepatan perbaikan ini," ujar Helmi.

​Menindaklanjuti instruksi dari BMKG, Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan masa siaga darurat bencana hingga 26 Februari 2026. Hal ini disebabkan adanya potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir bulan.

Baca Juga: Relawan SPPG di NTT: Dulu Beli Beras 1 Kilopun Susah, Sekarang Sudah Bisa Beli Motor

​"Pesan dari Ibu Gubernur sudah jelas, Jember menjadi prioritas untuk perbaikan infrastruktur terdampak. Kami meminta masyarakat tetap waspada dan saling bahu-membahu dalam menghadapi situasi ini," tutupnya.

Kepala PU Provinsi Jatim. Foto istimewa

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja, yang juga ikut melakukan peninjauan menyatakan bahwa pihaknya tengah memetakan tingkat kerusakan untuk menentukan langkah perbaikan selanjutnya.

Edy Tambeng mengungkapkan bahwa dampak banjir kali ini cukup signifikan. Terutama pada jembatan-jembatan dengan bentang yang luas. Salah satu titik terdampak parah ditemukan di wilayah Jombang, di mana sebuah jembatan besar mengalami kerusakan serius

Baca Juga: Dari Balik Dapur MBG, Eks Narapidana Menata Ulang Hidupnya

​Edy menjelaskan bahwa secara teknis, konstruksi jembatan yang ada sebenarnya tidak memiliki masalah fundamental. Namun, fenomena alam berupa debit air yang sangat tinggi melampaui kapasitas desain jembatan menjadi pemicu utama robohnya struktur tersebut

Halaman:

Editor: Agus Sugiyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X