Walau demikian, menurut Christiantoko, tantangan yang dihadapi tentu masih ada, seperti peningkatan produktivitas, kualitas SDM industri, adopsi teknologi, dan penguatan rantai pasok domestik. Namun, pertumbuhan sektor industri pengolahan pada 2025 telah membuka peluang strategis untuk menjadikan reindustrialisasi sebagai agenda besar guna mewujudkan target pertumbuhan 8 persen yang telah dicanangkan pemerintah.
Baca Juga: Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Siapkan SDM Guna Perkuat Keselamatan Perrjalanan KA
"Jika momentum ini terus dijaga dan diperkuat dengan kebijakan yang tepat, Indonesia berpeluang memasuki babak baru industrialisasi yang lebih modern, berorientasi nilai tambah, dan kompetitif di pasar global. Kebijakan yang komprehensif dan konsisten juga diperlukan agar arus investasi ke sektor manufaktur tetap terjaga dan bahkan meningkat," tutupnya.
Artikel Terkait
Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Siapkan SDM Guna Perkuat Keselamatan Perrjalanan KA
Kerja Sama Pendidikan Antara SMP Negeri 3 Jember dengan Sultan Hassanal Bolkiah Institute of Education Universiti Brunei Darussalam
Outlook Negatif Moody’s Jadi Alarm Keras, Harris Turino: Kebijakan Ekonomi Harus Lebih Konsisten
Prabowo Bertemu PM Australia, Ini Daftar Kerja Sama Pendidikan hingga Ekonomi RI–Australia
Resmi Dilantik Jadi Wamenkeu, Juda Agung Siap Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional