Kebanggaan itu, kata dia, bukan semata soal rampungnya proyek, melainkan tentang senyum warga yang kembali leluasa beraktivitas. “Bangga sekali karena hasil jerih payah dan juga tenaga yang kami keluarkan bisa terobati dengan adanya kebahagiaan yang diterima oleh warga masyarakat khususnya Desa Mandala Kasih, umumnya Kecamatan Pameungpeuk,” lanjutnya.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Irmawan PKB Desak Percepatan Huntara Korban Bencana Sumatera
Kini, jembatan gantung tersebut kembali dipijak langkah-langkah kecil anak-anak menuju sekolah. Petani tak lagi harus menunggu air surut untuk pergi ke sawah. Nelayan pun lebih mudah menuju muara. Sebuah jembatan sederhana, tetapi menjadi penanda bahwa akses pendidikan dan keselamatan warga tak lagi dipertaruhkan oleh derasnya arus sungai.
Di Mandala Kasih, jembatan gantung ini bukan hanya penghubung dua kampung. Ia menjadi saksi bahwa kehadiran negara, melalui kerja bersama TNI dan masyarakat, mampu mengubah rasa miris menjadi harapan.
Artikel Terkait
Eks Pejabat PBB: Stablecoin Lebih Berguna untuk Kirim Bantuan ke Afrika
Dapat Becak Listrik, Penarik Becak Sidoarjo Ramai-ramai Panjatkan Doa untuk Prabowo
Jembatan Gantung Cisurupan Garut Hadir, Pelajar Tak Lagi Bolos Sekolah karena Terhadang Banjir