Untuk itu, legislator asal Dapil Jawa Barat XI itu meminta Satgas Antipremanisme menindak tegas preman berkedok wartawan media online. Mereka jelas-jelas bukan wartawan, tapi preman yang melakukan intimidasi dan pemerasan kepada masyarakat.
"Satgas Antipremanisme harus menindak dan menangkap mereka jika melakukan aksi tindak pidana yang sangat merugikan masyarakat," ungkapnya.
Baca Juga: PSHT Cabang Jember Gelar Pelatihan Pembekalan Pamter Ranting Gelombang Pertama
Kang Oleh menambahkan, kekerasan yang dilakukan preman bukan hanya fisik, tapi juga non fisik atau verbal. Menurutnya, kekerasan fisik umumnya terjadi di jalanan dan ruang-ruang publik, sementara kekerasan verbal cenderung dilakukan melalui media abal-abal oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan.
"Ini adalah bentuk pemerasan terselubung yang dilakukan dengan cara menyebarkan fitnah atau narasi menyesatkan kepada masyarakat, yang sasarannya bisa siapa saja, dari kepala desa, guru, hingga para kiai," tambahnya.
Baca Juga: Enews Indo Resmikan Kantor Baru di Jember, Langkah Strategis Menuju Jurnalisme yang Berkualitas
Kang Oleh meminta agar aparat penegak hukum, termasuk Polri, TNI, dan Satpol PP, turut memberikan perhatian serius terhadap bentuk premanisme non-fisik ini. Satgas Antipremanisme diharapkan menjadi garda depan dalam melindungi masyarakat dari intimidasi, pemerasan, dan upaya-upaya provokatif yang tidak bertanggung jawab.
"Premanisme melalui media online abal-abal ini sama bahayanya dengan kekerasan jalanan. Karena itu, penanganannya pun harus tegas dan terukur," tegasnya. (Zai)
Artikel Terkait
KAI Daop 1 Jakarta Kenalkan Moda Transportasi Kereta Api Lewat Program Edutrain Bersama TKK BPK Penabur Jakarta Batch I Tahun 2025
General Manager Broto Widyo Lukito Pimpin Selamatan dan Prosesi Tebang Tebu di Kebun Mumbul, Target Panen 13 Juta Ton Tebu
KAI Daop 1 Jakarta Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang Bersama Railfans dan FKDM
Pembangunan infrastruktur Jalan Paving di Dusun Krajan RW 13 Desa Ambulu, Tingkatkan Aksesibilitas dan Kesejahteraan Masyarakat
Momen Long Weekend Waisak 2025, 72 Persen Tempat Duduk Kereta Jarak Jauh dari Daop 1 Jakarta Telah Terjual