“Untuk satuan pendidikan aman bencana (SPAB) itu sudah masuk dalam perencanaan sekolah dalam hal ini pada masing masing guru seperti kegiatan rutin dengan menggelar simulasi secara sederhana terkait kebencanaan baik itu terjadinya gempa maupun berlanjut ke potensi tsunami. Kami berharap meski sekolah ini sangat berdekatan dengan perairan selatan pulau jawa, kami berharap semua itu tidak terjadi baik gempa maupun tsunami, meski demikian kami tetap memberikan edukasi pada anak didik kami,” harap Solikin, Kepala Sekolah SMPN 3 Puger usai menggelar Simulasi.
Simulasi yang berlangsung singkat tersebut, tahap demi tahap diikuti oleh siswa siswi dengan penuh keseriusan mulai saat siswa di dalam kelas hingga menuju ke titik kumpul dengan mengikuti jalur evakuasi.
Baca Juga: Masuk Tahap Pemulihan, Pembangunan Huntara di Sumbar Terus Dilanjutkan
“Kami dari PMI Jember sangat mengapresiasi simulasi gempa dan tsunami di lingkungan sekolah SMPN 3 Puger, apalagi posisi gedung sekolah sangat berdekatan sekali dengan laut selatan pulau jawa yang memiliki resiko saat terjadi gempa dan tsunami. dengan simulasi ini anak anak bisa mengerti dan mengetahui sehingga dirinya dan keluarga bisa terselamatkan,” kata Ghufron Eviyan Efendi, Sekretaris PMI Kabupaten Jember usai membuka acara.
Dua hari sebelumnya, PMI Jember juga menggelar simulasi bencana gempa bumi di SMKN 4 Jember dan hari ini kembali menggelar simulasi bencana gempa sekaligus bencana tsunami di SMPN 3 Puger. Edukasi kesiapsiagaan bencana semua ini untuk mencegah adanya korban jiwa saat bencana melanda kabupaten jember. pmijember
Artikel Terkait
Bhabinkamtibmas Desa Pancakarya Sosialisasikan Layanan Polisi Penolongku kepada Warga Desa Pancakarya.
Menteri Nusron Wahid Pimpin Rakor Fokus Evaluasi Capaian Program ILASPP
Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo, Kementerian ATR/BPN Ambil Langkah Darurat Jaga Keberlanjutan Lahan Sawah