Dalam insiden ini, para pejabat setempat menyayangkan adanya temuan puluhan ompreng MBG yang tersisa bahkan sama sekali tidak dimakan oleh siswa.
Hasan sebagai Wabup Tulang Bawang lantas mengkritisi kinerja SPPI terkait usai adanya menu seperti telur ceplok hingga salak yang dinilai sudah kedaluwarsa.
"Telur ceplok itu kalau terlalu lama tidak baik, mungkin bisa diganti telur yang direbus," paparnya.
Baca Juga: Momen FLS3N Tingkat Kecamatan Ledokombo Berbeda, Daring dan Luring
"Kemudian ini buah salak, saya sudah ingatkan berkali-kali, bisa saja terlihat dari luar bagus tapi ternyata di dalamnya busuk," imbuh Hasan.
SPPG Diminta Evaluasi
Terkait masalah tersebut, Wabup Hasan menghimbau kepada SPPG setempat untuk tidak sekedar menjalankan tugas, namun juga mengawal paket MBG sampai ke sekolah dalam keadaan aman untuk dikonsumsi.
Hasan menegaskan, pihaknya akan tetap mengawasi program MBG hingga program ini benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat Tulang Bawang.
Baca Juga: Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan
"Kalian kok tidak bisa periksa satu-satu, pulang dari sini silahkan evaluasi, karena kalau seperti ini mubazir," tegasnya.
Sampai berita ini terbit, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPPG terkait ihwal insiden temuan puluhan ompreng MBG di wilayah Tulang Bawang yang dinilai sudah kedaluwarsa.***
Artikel Terkait
Viral Pasangan Diduga 'Nesu-nesuan' di Lampu Merah Sleman, Drama Ringan yang Justru Bikin Netizen Gemas
KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Kenyamanan, KA Bangunkarta dan KA Singasari Gunakan Rangkaian Stainless Steel New Generation
Diduga Kesal Lapaknya Disita, Pedagang Buah di Jaktim Ini Angkat Anaknya untuk Diangkut ke Truk Satpol PP