Dukungan juga datang dari pelaku UMKM Jember yang hadir dalam acara tersebut. Mereka menyambut positif kehadiran AURO karena dinilai mampu menjawab kebutuhan di lapangan.
Selama ini, banyak pelaku usaha mengaku kesulitan membaca kondisi keuangan bisnisnya secara menyeluruh. Dengan adanya platform ini, mereka berharap dapat lebih mudah memahami data usaha tanpa harus memiliki latar belakang keuangan.
“Kalau datanya bisa dibaca dengan mudah, kami jadi lebih yakin untuk ambil keputusan,” ungkap Abdul Wahid Kamal pemilik YOI CUP dan Owner tuniang Turah Ajus para pelaku UMKM di kabupaten Jember.
Baca Juga: Nasim Khan Kritik Impor Gula Rafinasi: Matikan Petani Tebu Lokal
Peluncuran AURO sekaligus menjadi momentum lahirnya gerakan digitalisasi UMKM berbasis kolaborasi kampus dan industri dari daerah. Dari Jember, inovasi ini diharapkan mampu menjangkau lebih luas dan menjadi solusi bagi UMKM di seluruh Indonesia.
Ke depan, AURO menargetkan diri sebagai platform pertumbuhan yang membantu UMKM menjadi lebih sehat, kompetitif, dan bankable. Dengan begitu, pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan naik kelas. (*)
Artikel Terkait
Kepala Bakom RI: Buku Saku 0 Persen adalah Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan di Indonesia
BPK Apresiasi dan Berikan Penghargaan Kementerian ATR/BPN yang Berhasil Selesaikan RHP 90,8 Persen
AURO dan UNIVERSITAS JEMBER Resmi Meluncurkan Platform “Business Health” Pertama untuk UMKM Indonesia