Minggu, 19 April 2026

Berkat Dapur MBG, Pemuda Palmerah Punya Aktivitas Budidaya Ikan Topang Ketahanan Pangan

Photo Author
Agus Sugiyanto, Pandhalungan.com
- Jumat, 13 Februari 2026 | 15:24 WIB
Berkat Dapur MBG, Pemuda Palmerah Punya Aktivitas Budidaya Ikan Topang Ketahanan Pangan. Foto istimewa
Berkat Dapur MBG, Pemuda Palmerah Punya Aktivitas Budidaya Ikan Topang Ketahanan Pangan. Foto istimewa

Pandhalungan.com, Jakarta Barat – Program ketahanan pangan mendapat dukungan dari kalangan pemuda di tingkat kecamatan. Salah satunya datang dari Hairul (41), anggota Karang Taruna Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Dia dipercaya mengelola kolam ikan sistem bioflok di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Palmerah.

“Saya sangat mendukung program Bapak Presiden untuk ketahanan pangan,” kata Hairul SPPG Polri Palmerah oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis, (13/2).

Baca Juga: Prabowo Ungkap Penerima Manfaat MBG Capai 60,2 Juta, Mendekati Total Populasi Afrika Selatan

Menurutnya, dukungan terhadap program ketahanan pangan bukan hanya datang dari dirinya, tetapi juga dari para pembudidaya ikan di berbagai daerah. Mereka menilai pendekatan penguatan produksi dari skala kecil menjadi langkah realistis untuk membangun kemandirian.

“Teman-teman pembudidaya di seluruh Indonesia benar-benar sangat mendukung ketahanan pangan, kecukupan pangan minimal. Skala kecil dahulu sehingga lebih sejahtera untuk prosesnya ke skala besar,” paparnya.

Di Palmerah, pengembangan kolam bioflok tidak hanya berorientasi pada produksi ikan, tetapi juga membawa dampak sosial bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Pembangunan Huntara dan Huntap di Sumatra Dikebut, Warga Segera Punya Hunian Layak

Hairul menyebut, kegiatan budidaya tersebut mampu menyerap tenaga kerja lokal sekaligus memberikan keterampilan baru bagi warga. Apalagi hasilnya akan langsung diserap oleh SPPG yang ada di wilayah itu.

“Jadi, sebenarnya efek domino dari program ketahanan pangan ini memang menyerap tenaga kerja,” jelasnya.

Ia menambahkan, warga yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan khusus, kini dilibatkan dan dilatih dalam proses budidaya ikan.

“Paling tidak membantu warga sekitar yang tadinya mungkin nggak ada wawasan, nggak ada skill, kita ajarkan dan mereka juga bekerja dengan kita,” ujarnya.

Baca Juga: Bagi Pengrajin, Gentengisasi Seakan Kabar dari Surga

Tidak hanya memberikan pengalaman kerja, sistem pengelolaan tersebut juga membuka peluang bagi hasil atau pembagian keuntungan kepada para pekerja.

Halaman:

Editor: Agus Sugiyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X