Pandhalungan.com, Sumatra – Memasuki fase pemulihan pascabencana, pemerintah TNI terus memastikan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum kembali layak digunakan masyarakat. Meski aktivitas sosial dan pembelajaran di berbagai wilayah telah berangsur normal, upaya pembersihan dan perbaikan infrastruktur publik tetap berjalan sebagai bagian dari pemulihan berkelanjutan.
Di berbagai daerah terdampak, prajurit TNI terlihat bekerja menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, hingga gerobak untuk membersihkan sisa lumpur banjir, melakukan pengecatan, serta memperbaiki bangunan. Kegiatan ini dilakukan di sekolah, balai pengajian, rumah ibadah, hingga fasilitas publik lain yang menjadi pusat aktivitas warga.
Baca Juga: KKG Mumbulsari Gelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026
Di Pidie Jaya, Aceh, personel TNI melaksanakan pengecatan fasilitas pendidikan serta pembersihan balai meunasah dan balai pengajian agar kembali nyaman digunakan masyarakat.
Upaya serupa juga berlangsung di Aceh Tamiang, di mana pembersihan sekolah dasar dan menengah dilakukan untuk mendukung keberlanjutan proses belajar mengajar. Beberapa sekolah yang menjadi sasaran pembersihan antara lain SDN Benua Raja dan SMPN 3 Kejuruan Muda di Kecamatan Rantau.
Baca Juga: PMI Jember Evakuasi Ratusan Warga Terjebak Banjir
Sementara itu, di wilayah Sumatera Utara, kegiatan pemulihan menyasar sekolah, pasar desa, serta rumah ibadah lintas agama. Pembersihan dilakukan oleh TNI bersama warga di sejumlah fasilitas pendidikan, di antaranya madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar di Desa Hutagodang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pembersihan rumah ibadah lintas agama juga dilakukan secara gotong royong. Salah satu contohnya adalah pembersihan gereja dan masjid di Desa Hutagodang dan Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batangtoru yang melibatkan personel TNI dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Pakistan Suarakan Dukungan Bagi Kepemimpinan Indonesia di Organisasi D-8
Perbaikan ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga pada pemulihan ruang sosial masyarakat. Sekolah, tempat ibadah, pasar, dan balai desa berperan penting sebagai pusat interaksi, pembelajaran, serta penguatan nilai kebersamaan warga.
Melalui kerja terpadu antara TNI dan masyarakat, pemerintah menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika kondisi mulai stabil. Perhatian terhadap fasilitas publik terus dilakukan agar kehidupan sosial masyarakat dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Blak-blakan! Inilah Poin Utama Dugaan Pelanggaran Mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pusaran Tambang Emas Tumpang Pitu
Pakistan Suarakan Dukungan Bagi Kepemimpinan Indonesia di Organisasi D-8
PMI Jember Evakuasi Ratusan Warga Terjebak Banjir
KKG Mumbulsari Gelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026