“Kita tidak mau warga kita tiap tahun, tiap musim hujan, menjadi korban banjir. Bantuan boleh diberikan, tapi itu hanya jangka pendek. Jangka panjangnya, mereka harus kita bela dan kita backup supaya mereka bisa hidup dengan tenang, anak-anaknya juga tenang,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banjir bukan semata-mata kesalahan alam, melainkan akibat dari tata ruang yang tidak tertib dan kelalaian bersama dalam menjaga fungsi bantaran sungai. “Ini bukan salahnya air. Ini salah kita semua, kenapa bantaran sungai dipakai untuk perumahan,” ucap Gus Fawait.
Baca Juga: Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Perangkat Desa Ajung Berjalan Lancar
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jember mengungkapkan bahwa dua titik perumahan yang ditinjau hari ini hanyalah sebagian kecil dari temuan Satgas. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 13 hingga 17 titik perumahan lain di Kabupaten Jember yang diduga dibangun di bantaran sungai, baik yang sudah terdampak banjir maupun yang berpotensi terdampak di masa mendatang.
“Hari ini baru dua titik yang kita datangi. Tapi Satgas sudah mendata sekitar 13 sampai 17 titik perumahan yang diduga melakukan pembangunan di bantaran sungai. Teknisnya nanti akan disampaikan oleh Ketua Satgas,” pungkasnya.
Artikel Terkait
SIBAT PMI Dilatih Manajemen Tanggap Darurat Desa dan Operasional Posko
Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Kesiapan Pembangunan KIPP Papua Pegunungan
Cegah Vandalisme, KAI Daop 7 Madiun Ajak Ratusan Pelajar Madrasah MIS Al Fattah Nganjuk Jadi Agen Keselamatan KA