“Banyak hal yang diraih Jember hari ini tidak bisa dilakukan sendiri. Semua itu karena kerja sama yang erat, salah satunya bersama Dandim,” kata Bupati.
Ia mengenang masa-masa sulit yang dihadapi bersama, termasuk saat terjadi kelangkaan BBM. “Walaupun itu bukan tanggung jawab kita, kami bersama Kapolres dan Dandim pasang badan. Jember bahkan menjadi daerah tercepat secara nasional dalam mengatasi kelangkaan BBM,” ungkapnya.
Baca Juga: Sekolah Kembali Bersih Pascabencana, Anak-anak di Tapanuli Sekolah Lagi
Bupati juga menyinggung prestasi Jember yang mewakili Jawa Timur dalam ajang penghargaan di Mabesad Jakarta. “Yang mewakili Jawa Timur saat itu adalah Kabupaten Jember, dengan Dandimnya Pak Indra,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan pesan kepada Dandim lama dan Dandim baru. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang luar biasa. Selamat jalan, insyaallah kita bertemu di level yang lebih tinggi. Dan selamat datang Dandim baru, saya siap berkolaborasi menyukseskan program Presiden,” katanya.
Baca Juga: Penampakan Sekolah di Aceh Tamiang Pascabencana: Bersih dari Lumpur, Anak-anak Kembali ke Sekolah
Acara semakin mengharukan saat ditayangkan memoar perjalanan hidup kedua perwira menengah tersebut, sejak masa muda hingga mencapai jabatan strategis saat ini. Tayangan itu menjadi penutup manis sebuah malam yang akan menjadi simbol kesinambungan pengabdian dan harapan baru bagi Kabupaten Jember.
Artikel Terkait
Melihat Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Hunian Sementara
Bupati Gus Fawait Launching Gerakan 1.200 Tenaga Kesehatan dalam Rangka Program Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak
Bupati Jember Pantau Langsung Efektivitas Pelayanan Pelayanan Adminduk di Kecamatan Bangsalsari