Minggu, 19 April 2026

Bauran Energi Cuma 15,75 Persen di 2025, DPR: Bukan Sekedar Kurang, Tapi Bermasalah

Photo Author
Agus Sugiyanto, Pandhalungan.com
- Selasa, 20 Januari 2026 | 06:42 WIB
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menyoroti capaian bauran energi terbarukan (ET) Indonesia. Foto istimewa Pandhalungan
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menyoroti capaian bauran energi terbarukan (ET) Indonesia. Foto istimewa Pandhalungan

Pandhalungan.com - Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menyoroti capaian bauran energi terbarukan (ET) Indonesia yang kembali tidak memenuhi target pada 2025. Ia meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tidak sekadar menyampaikan klaim peningkatan, tetapi menunjukkan keseriusan dan terobosan nyata dalam mewujudkan target bauran energi nasional, khususnya menuju 2026.

Ratna mencatat, Kementerian ESDM melaporkan bauran energi terbarukan Indonesia pada 2025 mencapai 15,75 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka 14,65 persen. Namun, angka tersebut masih jauh di bawah target Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang telah direvisi menjadi 17–19 persen pada 2025.

Baca Juga: Imigrasi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional di Tangerang, 27 WNA Diamankan

“Kalau targetnya 17 sampai 19 persen, lalu realisasinya baru 15,75 persen, ini bukan sekadar kurang sedikit. Ini menunjukkan bahwa perencanaan dan eksekusi transisi energi kita masih bermasalah,” tegas Ratna di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Tak hanya dari sisi bauran energi, Ratna juga menyoroti minimnya penambahan kapasitas terpasang energi terbarukan. Dari total kapasitas terpasang sekitar 14,3 GW pada 2024, penambahan sepanjang 2025 hanya sekitar 1,3 GW.

Baca Juga: Kepala Imigrasi Jember Beserta Seluruh Jajaran Ikuti Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026

Menurutnya, angka tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan untuk mengejar target bauran energi dalam waktu yang semakin sempit.

“Dengan penambahan kapasitas seperti ini, jangan heran kalau target terus meleset. Ini sinyal kuat bahwa kita butuh perubahan pendekatan, percepatan proyek, dan kepastian kebijakan,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Tiba di Inggris, Bakal Bertemu Raja Charles III dan PM Starmer

Ratna menegaskan, kegagalan memenuhi target 2025 harus dijadikan peringatan keras agar pemerintah tidak mengulang kesalahan yang sama pada 2026. Ia meminta Kementerian ESDM melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari perencanaan, regulasi, skema pembiayaan, hingga keberpihakan terhadap pengembangan energi terbarukan.

“Target bauran energi bukan sekadar angka di atas kertas. Ini menyangkut komitmen transisi energi, ketahanan energi nasional, dan kredibilitas Indonesia di mata publik dan dunia internasional,” kata Ratna.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem dan Banjir Ganggu Operasional KA, KAI Pastikan Jalur Sragi–Pekalongan Mulai Berangsur Normal

Komisi XII DPR RI, lanjut Ratna, akan terus mengawal kebijakan energi nasional agar target bauran energi terbarukan tidak kembali menjadi janji yang gagal ditepati.

Editor: Agus Sugiyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X