Pandhalungan.com - Rupiah mengalami pelemahan sejak awal tahun, bukan hanya dengan satu, tapi 5 mata uang sekaligus. Melansir TradingView, mata uang dalam negeri paling terpuruk di hadapan dolar Australia (AUD).
Hanya dalam waktu satu bulan setengah, nilainya habis 5% sehingga 1 dolarnya dihargai Rp11.711. Hal ini terjadi usai Australia dibanjiri komoditas dengan nilai jual tinggi dan kebijakan moneter yang ketat, membuat mata uang tetangga ini menguat sejak Januari.
Baca Juga: Kapal Karam 4 Orang Hilang, Komisi V Minta Basarnas Gerak Cepat
Selanjutnya, franc Swis (CHF) bahkan sempat menyentuh level Rp22 ribu pada akhir bulan lalu. Suku bunga bank sentral Swis yang tinggi serta mata uang safe-haven membuat CHF diminati pasar.
Sementara sisanya, rupiah melemah dengan rentang 0,48% hingga 1,64% terhadap dolar Amerika Serikat (USD), euro (EUR), hingga dolar Singapura (SGD).
Baca Juga: Update Pembangunan Huntara dan Huntap di Aceh dan Sumbar, Banyak yang Rampung dan Siap Huni
Walau begitu, pemerintah dan bank sentral tengah berupaya mengendalikan penurunan rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pede mata uang Garuda ini bisa ditekan ke Rp15 ribu per USD. (Mza)
Artikel Terkait
Momen Gus Fawait Sambut Persid Jember, Optimis Langkah ke Liga 4 Nasional
Update Pembangunan Huntara dan Huntap di Aceh dan Sumbar, Banyak yang Rampung dan Siap Huni
Kapal Karam 4 Orang Hilang, Komisi V Minta Basarnas Gerak Cepat