Pandhalungan.com, JEMBER - Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih adaptif terhadap teknologi terus dilakukan. Salah satunya melalui peluncuran AURO, platform digital growth berbasis data yang dikembangkan bersama Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (UNEJ).
Soft-launching AURO digelar dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga pelaku UMKM lokal. Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan Fasilkom UNEJ, Antonius Cahya Prihandoko, serta Founder AURO, Tamara Firstanty.
Peluncuran ini bukan sekadar memperkenalkan aplikasi digital. Lebih dari itu, AURO hadir sebagai solusi untuk membantu UMKM memahami kondisi bisnis mereka secara lebih terukur melalui pendekatan Business Health Index atau indeks kesehatan usaha.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat lahirnya inovasi yang menjawab kebutuhan nyata di masyarakat,” ujar Antonius.
Ia menegaskan, keterlibatan mahasiswa dalam program Capstone Project dan MBKM menjadi nilai tambah tersendiri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pengembangan teknologi yang berdampak nyata bagi pelaku usaha.
Sementara itu, Tamara Firstanty menjelaskan bahwa AURO dirancang bukan sekadar aplikasi kasir digital. Platform ini mengintegrasikan fungsi operasional dengan analisis bisnis yang komprehensif.
Baca Juga: BPK Apresiasi dan Berikan Penghargaan Kementerian ATR/BPN yang Berhasil Selesaikan RHP 90,8 Persen
“Banyak UMKM sebenarnya punya penjualan yang baik, tetapi tidak memahami kesehatan bisnisnya. Di sinilah AURO hadir, memberikan gambaran yang jelas dan membantu mereka mengambil keputusan strategis,” jelasnya.
Tamara menjelaskan, AURO dilengkapi sejumlah fitur unggulan, seperti pemantauan margin usaha, analisis perputaran stok, hingga prediksi kebutuhan barang berbasis data penjualan. Selain itu, platform ini juga menyediakan ringkasan data bisnis yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengakses pendanaan atau ekspansi usaha.
"Menariknya, AURO ini mengusung konsep freemium. Artinya, pelaku UMKM dapat menggunakan fitur dasar seperti kasir dan manajemen stok secara gratis, dan baru beralih ke layanan premium saat bisnis mulai berkembang," terangnya.
Baca Juga: FLS3N Tingkat Kecamatan, Upaya Jaring Bibit Unggul Bidang Seni dan Sastra Sejak Dini