Baca Juga: Efesiensi Energi Nasional, Gus Fawait: Pemkab Jember Siapkan Skema WFH
Huda menambahkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat mulai sektor pendidikan, kesehatan, hingga perbaikan infrastruktur menjadi topik utama yang disampaikan warga dalam pertemuan tersebut. Dia mengakui ada perbedaan rasa kepuasan bagi warga ketika berbicara langsung dengan Bupati dibandingkan saat melalui perangkat desa atau kecamatan.
"Ada rasa puas yang berbeda bagi warga. Jika biasanya mereka mengadu ke Pak Kades atau ke kami di Kecamatan, kali ini mereka bisa langsung berdialog dengan pengambil kebijakan tertinggi di Kabupaten Jember. Hal ini membuat mereka mendapatkan jawaban yang instan dan pasti," imbuhnya.
Baca Juga: *Tanggung Jawab atas Tindakan Oknum BAIS, Kepala BAIS TNI Mundur*
Melihat dampak positif yang dihasilkan, pihak Kecamatan Tempurejo menyatakan dukungan penuh agar program Bunga Desa terus berlanjut. Najmul menilai skema jemput bola seperti ini sangat efektif untuk menyerap persoalan riil di lapangan yang mungkin selama ini belum terakomodasi secara maksimal.
"Menurut hemat kami, program ini sangat dibutuhkan masyarakat. Keberlangsungannya harus kita dukung bersama demi kemajuan desa-desa di Jember," pungkasnya.***