nasional

Akhiri "Area Abu-abu", Danantara Tarik Garis Tegas Antara Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit

Senin, 2 Februari 2026 | 12:11 WIB
Akhiri "Area Abu-abu", Danantara Tarik Garis Tegas Antara Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit. Foto istimewa pandhalungan.com

Lebih lanjut, dirinya menekankan pentingnya kewenangan penuh bagi IFG, termasuk melakukan restrukturisasi jika ada anggota holding yang mengalami sakit atau masalah keuangan.

Baca Juga: Gotong Royong Warga dan Prajurit TNI AD Bangun Masjid Sementara di Desa Tetingi Aceh

Sependapat dengan Wahju, pengamat Asuransi Irvan Rahardjo memberikan dukungan terhadap konsep IFG sebagai rumah besar asuransi BUMN. “IFG bagus menjadi rumah besar holding asuransi," ujarnya singkat.

Adapun Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memberi dukungan pada rencana transformasi tersebut sepanjang tetap mempertimbangkan keberlanjutan layanan kepada pemegang polis, menjaga daya saing pasar yang sehat, serta memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

Baca Juga: Analis: 8 Agenda Reformasi OJK Perkuat Integritas Pasar Modal RI

“Prosesnya harus dilakukan dengan hati-hati dan bertahap, karena harus memasukan integrasi tata kelola risiko, budaya organisasi, dan manajemen portofolio,” tukas Ketua Umum AAUI, Budi Herawan.
***

Halaman:

Tags

Terkini