nasional

Jembatan Gantung Cisurupan Garut Hadir, Pelajar Tak Lagi Bolos Sekolah karena Terhadang Banjir

Minggu, 25 Januari 2026 | 15:50 WIB
Jembatan Gantung Cisurupan Garut Hadir, Pelajar Tak Lagi Bolos Sekolah karena Terhadang Banjir. Foto istimewa Pandhalungan.com

Pandhalungan.com, Garut - Kehadiran Jembatan Gantung di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut membawa perubahan nyata bagi kehidupan warga, khususnya anak-anak sekolah dan para guru. Akses yang sebelumnya sulit dan berisiko, kini berubah menjadi jalur aman untuk menunjang aktivitas pendidikan serta keseharian masyarakat.

Siti Rohmah, guru SDN 2 Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, merasakan langsung dampak positif pembangunan jembatan tersebut. Guru yang telah mengabdi selama 18 tahun ini setiap hari menyeberang dari Kampung Ciburuy, Desa Cipaganti, menuju sekolah tempatnya mengajar.

Baca Juga: Dapat Becak Listrik, Penarik Becak Sidoarjo Ramai-ramai Panjatkan Doa untuk Prabowo

“Sejak ada jembatan, alhamdulillah hampir tidak ada lagi anak-anak yang bolos sekolah. Paling yang tidak masuk mah yang sakit saja,” ujar Siti Rohmah ditemui seusai mengajar, Jumat (23/1).

Jembatan gantung ini dibangun pada pertengahan Desember lalu dan rampung sekitar 15 hari kemudian. Warga dari dua desa yang dihubungkan jembatan ini, yakni Desa Sirnajaya dan Desa Cipaganti, bergotong royong bersama TNI dan relawan dari Vertical Rescue Indonesia (VRI), bekerja siang dan malam hingga jembatan tersebut dapat digunakan.

Baca Juga: Eks Pejabat PBB: Stablecoin Lebih Berguna untuk Kirim Bantuan ke Afrika

Siti menuturkan, sebelum jembatan dibangun, banyak murid kerap tidak masuk sekolah, terutama saat hujan turun. Mereka harus menyeberangi sungai atau melalui jalan kebun yang licin dan berbahaya, kondisi yang kerap menghambat proses belajar mengajar.

Tak jarang, guru dan murid tiba di sekolah dengan pakaian basah dan kotor setelah menyeberangi sungai. Jika memilih jalur lain, waktu tempuh bisa mencapai hampir satu jam karena kondisi jalan yang rusak dan memutar. Kini, setelah Jembatan Gantung Cisurupan terbangun, akses menuju sekolah menjadi jauh lebih mudah dan aman.

Baca Juga: Kasus PHK Terkatung, Komisi IX Sukses Jembatani Audiensi Karyawan-Direksi ASDP

“Kalau ke sana itu nguriling (memutar). Terus harus turun juga kan. Itu jelek jalannya. Mending jalan sini aja, gitu. Lebih cepat. Dari satu jam (sebelum ada jembatan), sekarang 20 menit. Tapi ya kalau jalan kaki mah 5 menit nyampe,” ujar Bu Guru Siti.

Tak hanya berdampak pada dunia pendidikan, jembatan gantung Cisurupan juga mempermudah akses warga menuju lahan pertanian, tempat ibadah, serta aktivitas ekonomi lainnya. Kehadiran jembatan ini membuat warga tidak lagi terisolasi saat cuaca buruk dan mobilitas sehari-hari menjadi lebih lancar.

Baca Juga: Kasus PHK Terkatung, Komisi IX Sukses Jembatani Audiensi Karyawan-Direksi ASDP

Siti Rohmah pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas pembangunan jembatan tersebut. “Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Terima kasih banyak. Alhamdulillah, kami dan anak-anak jadi nyaman melewati jembatan ini,” ujarnya.

Kebahagiaan serupa dirasakan Ayu Mila Karmila, siswi kelas 5 SDN 2 Sirnajaya. Ia mengaku senang dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut. “Kalau dulu sebelum ada jembatan harus basah-basah. Kalau sekarang, jalan ke sekolah juga lebih cepat. Dulu kan kalau hujan enggak bisa sekolah, kalau sekarang senang tetep bisa sekolah,” kata Ayu.

Halaman:

Tags

Terkini