nasional

Update Pembangunan Hunian di Aceh, Sumut, dan Sumbar 2 Bulan Pascabencana

Minggu, 25 Januari 2026 | 08:25 WIB
Update Pembangunan Hunian di Aceh, Sumut, dan Sumbar 2 Bulan Pascabencana. Foto istimewa Pandhalungan

Pandhalungan.com, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Sabtu (24/1).

Pembangunan huntara dilakukan melalui berbagai skema pendanaan, mulai dari BNPB, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga dukungan BUMN dan lembaga sosial. Sejumlah lokasi dilaporkan sudah rampung, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Jembatan Terus Dibangun, Desa-desa di Tapanuli Kian Tersambung

*Progres Pembangunan Huntara di Provinsi Aceh*
Di Aceh, BNPB membiayai pembangunan 380 unit huntara yang tersebar di sejumlah titik. Di Kabupaten Pidie Jaya, pembangunan huntara juga didukung kementerian/lembaga, badan sosial, dan BUMN dengan total 393 unit.

Beberapa progres yang tercatat antara lain:
- Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu: 50 unit selesai
- Desa Manyang, Kecamatan Meureudu: 115 unit
- Desa Meunasah, Kecamatan Meurah Dua: 170 unit
- Desa Geunteung, Kecamatan Meurah Dua: 45 unit
Untuk Kabupaten Pidie Jaya, rincian pembangunan huntara meliputi:
- Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu: 162 unit oleh Danantara (selesai)
- 168 unit oleh Kementerian PUPR
- 63 unit oleh Dompet Dhuafa

Baca Juga: Pemerintah Bangun Jembatan di Desa-Desa Terpencil Aceh, Permudah Akses Warga

Sementara di Kabupaten Pidie, pembangunan huntara menggunakan tanah desa dan dibiayai melalui BTT Kabupaten Pidie tanpa mekanisme DTH. Sebanyak 12 unit huntara dilaporkan telah selesai dibangun.

Di Kabupaten Nagan Raya, terdapat empat titik lokasi huntara yang diusulkan. Salah satunya berada di sekitar rencana relokasi, yakni Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang sebanyak 609 unit, dengan 30 unit dilaporkan telah selesai.

Baca Juga: Sebanyak 45 Kader GP Ansor Jember Resmi Dilantik, Gus Fawait Tegaskan Peran Santri Bangun Daerah

Di Kota Lhokseumawe, BNPB membangun 67 unit huntara dengan progres sebagai berikut.
- Kecamatan Muara 1, Desa Belang Nauleng Mame: 55 unit (15 unit selesai)
- Kecamatan Banda Sakti, Desa Ulee Jalan: 1 unit proses
- Kecamatan Muara Dua, Desa Uteukot: 1 unit proses
- Kecamatan Blang Mangat, Desa Jambu Timur: 10 unit selesai

Di Kabupaten Bener Meriah, BNPB membangun huntara tahap 1.914 unit. Progres di sejumlah kecamatan antara lain:
- Kecamatan Pintu Rime Gayo: 77 unit (50 unit selesai)
- Kecamatan Wih Pesam: 162 unit (32 unit selesai)
- Kecamatan Permata: 166 unit (33 unit selesai)
- Kecamatan Mesidah: 77 unit (15 unit selesai)
- Kecamatan Syiah Utama: 84 unit (44 unit selesai)
- Kecamatan Bukit: 44 unit (26 unit selesai)
- Kecamatan lainnya seperti Gajah Putih, Timang Gajah, Bandar, dan Bener Kelipah masih berjalan sesuai target.

Baca Juga: Bawak Kabur Uang Rp. 1 Milyar : Penghimpun Arisan Dilaporkan ke Polres Jember

Di Kabupaten Aceh Timur, BNPB membangun huntara insitu sebanyak 2.592 unit yang tersebar di banyak kecamatan. Sejumlah progres yang dilaporkan selesai di antaranya:
- Kecamatan Madat: 102 unit (33 unit selesai)
- Kecamatan Julok: 12 unit (5 unit selesai)
- Kecamatan Pante Bidari: 1.451 unit (62 unit selesai)
- Kecamatan Peureulak Barat: 94 unit (36 unit selesai)
- Kecamatan Simpang Ulim: 25 unit (10 unit selesai)
- Kecamatan Banda Alam: 50 unit (16 unit selesai)
- Kecamatan Peureulak: 288 unit (32 unit selesai)
- Kecamatan Ranto Peureulak: 394 unit (52 unit selesai)
- Kecamatan Peunaron: 72 unit (32 unit selesai)
- Kecamatan Idi Rayeuk: 31 unit (21 unit selesai)
- Beberapa kecamatan lain masih dalam proses pembangunan.

Halaman:

Tags

Terkini