nasional

Pemerintah Bangun Jembatan di Desa-Desa Terpencil Aceh, Permudah Akses Warga

Minggu, 25 Januari 2026 | 08:05 WIB
TNI AD terus kebut pembangunan jembatan di Aceh. Foto istimewa Pandhalungan

Pandhalungan.com, Aceh - Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terpencil Aceh melalui pembangunan jembatan penghubung antar desa. Upaya ini dilakukan untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas warga, serta memulihkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat di Provinsi Aceh.

Pembangunan jembatan gantung menjadi salah satu prioritas utama di wilayah pedalaman Aceh. Di Kabupaten Pidie, jembatan gantung dibangun di Desa Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur. Personel TNI bersama warga menggali fondasi, mengumpulkan batu kali untuk dasar pondasi, serta mendirikan tiang penyangga di kedua sisi sungai.

Baca Juga: Sebanyak 45 Kader GP Ansor Jember Resmi Dilantik, Gus Fawait Tegaskan Peran Santri Bangun Daerah

Pembangunan serupa juga dilakukan di Desa Emping, Kecamatan Mutiara Barat, di mana anggota TNI berjibaku mengaduk campuran semen, pasir, dan kerikil untuk pengecoran tiang jembatan, dengan material yang diangkut secara manual menuju lokasi fondasi di tepi sungai.

Di Kabupaten Bireuen, pembangunan jembatan gantung dilaksanakan di wilayah Ara Bungong, Kecamatan Peudada, dengan progres pekerjaan mencapai sekitar 15 persen. Pekerjaan lanjutan jembatan gantung juga berlangsung di sejumlah wilayah lain, di antaranya pengecoran pondasi di Dusun Gantung Langit, Kecamatan Silih Nara; Desa Burlah, Kecamatan Ketol, dengan progres sekitar 31,2 persen; serta Desa Kala Ili, Kecamatan Linge, dengan progres sekitar 20 persen.

Baca Juga: Bawak Kabur Uang Rp. 1 Milyar : Penghimpun Arisan Dilaporkan ke Polres Jember

Pembangunan jembatan gantung juga dilakukan di Desa Sekrak Kanan, serta di Desa Uyam Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, dengan progres sekitar 12 persen. Seluruh proses pembangunan tersebut dilaksanakan secara gotong royong antara warga dan personel TNI. Sementara itu, di Desa Gampung Lempuh, Kecamatan Putri Betung, pembangunan dan perbaikan jembatan gantung masih berada pada tahap awal dengan progres sekitar 1 persen, menyusul kerusakan jembatan akibat banjir.

Selain jembatan gantung, pemerintah juga membangun jembatan Armco sebagai akses penghubung yang lebih kokoh dan tahan terhadap kondisi alam. Di Kabupaten Bireuen, perakitan Jembatan Armco dilakukan di Desa Sala Sirung, Kecamatan Jeumpa. Jembatan ini merupakan bagian dari pembangunan jembatan Armco di tiga titik, dengan progres awal pekerjaan mencapai sekitar 15 persen.

Baca Juga: Pembangunan Huntara di Sumbar Dikebut : Sebagian Siap Huni

Pemerintah juga membangun jembatan penghubung Bailey untuk membuka akses antarwilayah yang terpisah oleh sungai. Salah satunya adalah pembangunan jembatan penghubung antara Desa Batu Sumbang dan Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan jembatan di Aceh merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan nasional, khususnya di wilayah pedalaman dan rawan bencana. Kehadiran jembatan diharapkan mampu mempercepat pergerakan orang dan barang, memperkuat ketahanan wilayah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Baca Juga: Isu Akuisisi Greenland, RI Serukan Perdamaian dan Stabilitas Kawasan

Melalui sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, pembangunan jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Aceh, terutama di daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau.

Tags

Terkini