Minggu, 19 April 2026

Arpusda Lamongan Sulap Perpustakaan Jadi Ruang Kreatif Digital

Photo Author
Agus Sugiyanto, Pandhalungan.com
- Minggu, 12 April 2026 | 20:10 WIB
Ahmad Zuda Setiawan Syah, Peserta Lomba Video Konten Literasi Kabupaten Lamongan. Foto istimewa pandhalungan
Ahmad Zuda Setiawan Syah, Peserta Lomba Video Konten Literasi Kabupaten Lamongan. Foto istimewa pandhalungan

 

Pandhalungan.com, LAMONGAN – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Lamongan terus menelurkan inovasi segar dalam membumikan budaya baca di era disrupsi informasi. Melalui program kerja tahun 2026, Arpusda Lamongan sukses menggelar Lomba Video Konten Literasi. Kompetisi yang diproyeksikan sebagai katalisator minat baca ini mencapai puncaknya pada akhir Februari lalu dan berlanjut pada tahap pembekalan intensif bagi para finalis.

Langkah ini menjadi manifestasi nyata dalam merangkul seluruh elemen piramida sosial masyarakat—mulai dari pelajar, mahasiswa, instansi dinas, hingga masyarakat umum. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menciptakan ekosistem literasi yang inklusif di Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Momentum HUT PPNI ke-52, Perkuat Sinergi Perawat Sukseskan Program UHC Prioritas

Tingginya antusiasme warga dibuktikan dengan masuknya karya dari 60 kontestan yang menuangkan gagasan segarnya. Para peserta terpilih kemudian mengikuti sesi pembekalan yang berlangsung khidmat di Aula Cendekia Lt. II Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, Umuronah, S.ST., M.Kes., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis yang terukur (sistematis) untuk meregenerasi masyarakat menjadi generasi yang literat.

Baca Juga: Muhamad Sholeh Resmi Pimpin Projo DPD Jatim Periode 2026-2031

"Kami berupaya melakukan rekonstruksi paradigma terhadap perpustakaan. Tempat ini tidak boleh lagi dipandang secara konvensional sebagai gudang penyimpanan buku yang kaku. Sebaliknya, perpustakaan harus bertransformasi menjadi ruang kreatif yang dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman," tutur Umuronah dalam sambutannya.

Secara teknis dan ilmiah, tahap pembekalan ini ditujukan untuk menyempurnakan kualitas konten video tahap II yang telah dipublikasikan di platform Instagram dan YouTube. Merujuk pada Petunjuk Teknis (Juknis), para kreator dituntut menguasai kompetisi multimedia yang kompleks. Mereka tidak hanya sekadar membuat ajakan visual, melainkan harus menerapkan metode storytelling yang kuat, teknik pengambilan gambar sinematik, penyusunan naskah yang matang, presisi sudut pengambilan gambar (angle), hingga sinkronisasi bibir (lipsync) demi mencapai nilai estetika yang tinggi di mata dewan juri.

Baca Juga: Viral Insiden Siswa SMP Tewas usai Senapan yang Diduga Rakitan Meledak saat Ujian Praktik Sains

Ahmad Zuda Setiawan Syah, Peserta Lomba Video Konten Literasi Kabupaten Lamongan. Foto istimewa pandhalungan

Di antara puluhan karya yang masuk, salah satu kontestan, Ahmad Zuda Setiawan Syah (melalui akun Instagram @zudasetiawansyah), mencoba menghadirkan pendekatan konten yang reflektif dan sosiologis. Setelah sebelumnya sukses mengulas dinamika pembelajaran bermakna pascapandemi, Zuda kini memproduksi karya yang lebih berakar pada budaya lokal bertajuk "Mantra Sudut Baca, Budaya Leluhur Bangsa".

"Langkah ini didasari oleh kesadaran psikologis dan edukatif untuk membekali Generasi Z dengan fondasi literasi yang kokoh. Di era digitalisasi ini, teknologi seharusnya mempermudah aksesibilitas bacaan secara nirkabel—kapan saja, di mana saja, dan setiap hari—karena jendela dunia kini benar-benar berada dalam genggaman kita," papar Zuda secara filosofis.

 Baca Juga: Diduga Kesal Lapaknya Disita, Pedagang Buah di Jaktim Ini Angkat Anaknya untuk Diangkut ke Truk Satpol PP

Zuda juga menambahkan sebuah autokritik sosial yang cukup tajam bagi generasin Sain, Eksistensi perpustakaan fisik yang mulai kehilangan magnetnya di mata pemuda harus kita hidupkan kembali. Kesadaran kolektif harus dipupuk agar generasi masa kini lebih mencintai kedalaman berpikir melalui membaca, daripada sekadar terjebak dalam budaya populer yang konsumtif dan hura-hura," pungkasnya. (Mza)

Editor: Agus Sugiyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X