Minggu, 19 April 2026

*Pemerintah Pusat Lakukan Refocusing, Potensi Selamatkan Anggaran hingga Rp 130,2 T*

Photo Author
Agus Sugiyanto, Pandhalungan.com
- Rabu, 1 April 2026 | 12:19 WIB
8 Butir Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi diumumkan pemerintah sebagai langkah adaptif menghadapi dinamika global. Foto istimewa
8 Butir Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi diumumkan pemerintah sebagai langkah adaptif menghadapi dinamika global. Foto istimewa

Pandhalungan.com, Seoul, – 8 Butir Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi diumumkan pemerintah sebagai langkah adaptif menghadapi dinamika global. Salah satunya adalah refocusing belanja kementerian/lembaga (K/L).

Kebijakan ini dijalankan atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sebagai bagian dari upaya memperkuat efektivitas belanja negara.

"Pemerintah melakukan langkah strategis dalam pengeluaran keuangan negara melalui prioritasasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3).

Baca Juga: Wamen Ossy: Pemerintah Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah dan Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Airlangga menjelaskan, refocusing dilakukan dengan mengalihkan anggaran belanja yang dinilai kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial.

Anggaran tersebut akan dialihkan menuju sektor yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga, sekaligus melakukan penajaman program agar penggunaan anggaran menjadi lebih optimal.

Baca Juga: Momentum Kenaikan Pangkat, Letkol Inf Juni Fitriyan Apresiasi Seluruh Jajaran Prajurit Yonif 509/BY Kostrad

"Pemerintah juga terus mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga serta penajaman belanja melalui optimalisasi anggaran," ucapnya.

Berdasarkan perhitungan pemerintah, potensi penghematan dari kebijakan ini cukup signifikan, yakni Rp 121,2 triliun - Rp 130,2 triliun.

Baca Juga: Raker dan RDP Bersama DPR RI, Menteri Nusron Laporkan Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN 2026

"Potensi prioritasasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun," tutupnya.

Editor: Agus Sugiyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X