Minggu, 19 April 2026

Pengamat: Deflasi di Wilayah Bencana Bukti Kerja Cepat Pemulihan Pemerintah

Photo Author
Holiyadi, Pandhalungan.com
- Kamis, 5 Februari 2026 | 10:47 WIB
Pengamat  Deflasi di Wilayah Bencana Bukti Kerja Cepat Pemulihan Pemerintah.Foto Istimewa Pandhalungan
Pengamat Deflasi di Wilayah Bencana Bukti Kerja Cepat Pemulihan Pemerintah.Foto Istimewa Pandhalungan

Pandhalungan.com, Jakarta — Ekonom Univesitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengatakan bahwa terjadinya deflasi di tiga provinsi terdampak bencana banjir dan longsor, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, adalah dampak dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Fithra dalam merespons data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa ketiga provinsi terdampak mengalami deflasi bulanan pada Januari 2026.

Aceh, contohnya, mengalami deflasi bulanan sebesar 0,15 persen. Sementara itu, Sumatra Barat dan Sumatra Utara masing-masing mencatat deflasi bulanan sebesar 0,75 persen dan 1,15 persen.

Baca Juga: Kelompok Pegiat Anti Korupsi Ungkap Peran Abdullah Azwar Anas Pada Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi! Ada Pelanggaran?

Menurut Fithra, deflasi di ketiga wilayah tersebut terjadi karena pemerintah berhasil memulihkan infrastruktur kunci, seperti jalan dan jembatan, yang berperan penting dalam kelancaran distribusi logistik.

“Inflasi itu bisa diturunkan salah satunya lewat jalur logistik. Kalau logistiknya lancar, berarti lalu lintas barang lebih tinggi. Itu bisa menjelaskan kenapa mereka inflasinya bisa rendah sekali, atau bahkan deflasi,” ujar Fithra, Rabu (4/2).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bencana di ketiga provinsi tersebut telah merusak infrastruktur penghubung krusial, seperti jalan dan jembatan. Akibatnya, pasokan barang kebutuhan ke wilayah-wilayah tersebut menjadi tersendat dan mendorong lonjakan harga.

Kondisi tersebut tercermin dalam data BPS yang menunjukkan bahwa ketiga provinsi tersebut mengalami inflasi cukup tinggi pada Desember 2025, atau sekitar sebulan setelah bencana. Pada periode itu, Aceh mencatat inflasi 3,6 persen, Sumatra Utara 1,66 persen, dan Sumatra Barat 1,48 persen.

Baca Juga: Alwi Shihab Ungkap Board of Peace Bentuk Dukungan Prabowo Untuk Capai Two-State Solution

Namun, pada saat yang sama, pemerintah mulai mempercepat pemulihan infrastruktur, antara lain melalui pembangunan jembatan armco dan bailey, serta perbaikan ruas-ruas jalan nasional. Seiring membaiknya konektivitas, distribusi logistik pun kembali berjalan normal dan tekanan inflasi perlahan meredup.

“Dengan kata lain, pemerintah saat itu melakukan aktivitas pembenahan supply dan membantu masyarakat terdampak. Jadi, kalau misalnya ada pertanyaan ‘pemerintah ke mana saja?’ Nah, itu justru buktinya adalah inflasi yang turun,” imbuh dia.

Selain perbaikan infrastruktur, Fithra juga menilai penyaluran bantuan pemerintah turut berkontribusi terhadap deflasi di wilayah terdampak.

“Bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok, yang masuk kategori volatile food, membuat masyarakat tidak perlu membeli di pasar. Ketika permintaan turun, harga pun relatif lebih terkendali,” tutupnya.

Editor: Holiyadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X