Pandhalungan.com, Bogor – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kemandirian energi nasional dengan memaksimalkan potensi kelapa sawit sebagai bahan baku biosolar. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut kelapa sawit memiliki peran strategis untuk membebaskan Indonesia dari ketergantungan energi impor. Menurutnya, sawit tidak hanya bisa diolah menjadi bahan pangan, tetapi juga dapat dijadikan bahan bakar, khususnya biosolar.
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah, Komisi II: Dukung Program Prioritas Presiden
“Yang lebih utama, dari kelapa sawit kita bisa bikin solar. Oleh karena itu, bahan bakunya dari kelapa sawit dijadikan biodiesel dan biosolar. Ini akan membuat kita bebas dari ketergantungan luar,” ujar Prabowo, dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo juga menegaskan bahwa masyarakat yang mampu dipersilakan menggunakan bahan bakar non-subsidi, sementara rakyat kecil harus mendapatkan manfaat langsung dari pengelolaan sumber daya alam dalam negeri.
Baca Juga: Akhiri Area Abu-abu, Danantara Tarik Garis Tegas Antara Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit
“Yang mau pakai bensin silakan, orang kaya bayar saja tidak apa-apa harga dunia. Tapi rakyat kita bisa hidup dari hasil minyak solar,” tegasnya.
Selain itu, Prabowo mengungkapkan bahwa limbah kelapa sawit, termasuk minyak jelantah, dapat diolah sebagai bahan produksi avtur. Ia pun mengaku telah mengambil kebijakan tegas dengan melarang ekspor limbah kelapa sawit dan minyak jelantah ke luar negeri.
“Maaf bangsa-bangsa lain, saya tutup. Saya larang ekspor limbah kelapa sawit, ekspor jelantah. Harus untuk kepentingan rakyat Indonesia dulu,” kata Prabowo.
Baca Juga: Gotong Royong Warga dan Prajurit TNI AD Bangun Masjid Sementara di Desa Tetingi Aceh
Tak hanya soal energi, Prabowo juga menyinggung pemanfaatan minyak kelapa sawit untuk kebutuhan sehari-hari, seperti bahan makanan hingga sabun. Ia menekankan pentingnya mengelola kekayaan alam nasional demi kesejahteraan rakyat dan kemandirian bangsa.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 ini menjadi momentum penting bagi pemerintahan Prabowo untuk menegaskan arah kebijakan nasional yang berfokus pada kedaulatan energi dan optimalisasi sumber daya alam Indonesia.
Artikel Terkait
Gotong Royong Warga dan Prajurit TNI AD Bangun Masjid Sementara di Desa Tetingi Aceh
TNI “Jemput Bola” Cek Kesehatan Warga Terdampak di Aceh, Diikuti Ibu-ibu dan Balita
Ambulan Jenazah PMI Jember Antar Jenazah Dosen UIN KHAS ke pemakaman
Akhiri "Area Abu-abu", Danantara Tarik Garis Tegas Antara Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit
Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah, Komisi II: Dukung Program Prioritas Presiden