Minggu, 19 April 2026

Dirut BEI Mundur Pasca Trading Halt 2 Hari, Cak Udin: Bukti Tanggung Jawab Moral

Photo Author
Agus Sugiyanto, Pandhalungan.com
- Minggu, 1 Februari 2026 | 08:13 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid, mengapresiasi keputusan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rahman. Foto istimewa pandhalungan.com
Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid, mengapresiasi keputusan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rahman. Foto istimewa pandhalungan.com

Pandhalungan.com - Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid, mengapresiasi keputusan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rahman, yang mengundurkan diri menyusul gejolak pasar yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut.

Pria yang akrab disapa Cak Udin itu menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan sikap kenegarawanan dalam menyikapi situasi pasar yang penuh tekanan.

“Itulah wujud tanggung jawab. Saya betul-betul hormat dengan sikap gentle Pak Dirut Iman dalam menyikapi gejolak pasar yang terjadi,” ujar Cak Udin, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Puluhan Anggota PMR MTsN 8 Jember Ikuti Orientasi Kepalangmerahan

Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid, mengapresiasi keputusan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rahman. Foto istimewa pandhalungan.com

Cak Udin menegaskan bahwa IHSG merupakan tolok ukur utama kondisi pasar dan ekonomi bangsa yang tidak hanya berdampak pada investor domestik, tetapi juga menjadi cerminan kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia. Oleh karena itu, stabilitas dan kredibilitas BEI harus dijaga dengan sangat serius.

Sekretaris Jenderal DPP PKB itu juga menaruh harapan besar kepada sosok yang akan menggantikan Iman Rahman sebagai Direktur Utama BEI.

“Kami berharap pengganti Pak Iman adalah figur yang lebih profesional, berintegritas, dan mampu menjaga stabilitas BEI, baik di mata nasional maupun internasional. Bursa efek adalah wajah perekonomian kita di hadapan dunia,” tegasnya.

Baca Juga: Momen Bersejarah, Pertamina Boyong 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair ke Tanah Air

Ia menambahkan, ke depan diperlukan kepemimpinan yang kuat, komunikatif, serta mampu membaca dinamika global agar kejadian trading halt berkepanjangan tidak kembali terulang dan tidak menggerus kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia.

Editor: Agus Sugiyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X