Pandhalungan.com, Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, memaparkan hasil rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri terkait di bawah koordinasi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Cak Imin menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menciptakan penanggulangan kemiskinan yang produktif, dengan menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai orientasi utama.
Baca Juga: SPBU Arjasa Tepis Tudingan Pertalite Bercampur Air, Pertalite Dipastikan Sesuai Spesifikasi
“Kita akan terus menciptakan penanggulangan kemiskinan yang produktif. Artinya, pemberdayaan akan menjadi orientasi penting dalam upaya ini,” ujar Cak Imin di Jakarta.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama pemerintah adalah pemanfaatan fasilitas publik untuk pemberdayaan pelaku UMKM. Seluruh fasilitas negara, termasuk bandara, stasiun, terminal, dan rest area, akan diarahkan untuk menyediakan 30 persen ruang bagi pelaku UMKM, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 7 Tahun 2021.
Baca Juga: Pemerintah Hadir untuk Rakyat lewat 60 Persen Subsidi Transportasi Publik
Selain itu, pemerintah juga akan mengembangkan Program Pasar 1001 Malam, di mana fasilitas milik negara yang idle dan memiliki posisi strategis akan dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi rakyat.
Menurut Cak Imin, fasilitas tersebut akan dialihfungsikan menjadi ruang pamer, promosi, dan penjualan produk UMKM. “Kita ingin aset negara yang idol dapat hidup kembali untuk ekonomi rakyat,” jelas Cak Imin.
Baca Juga: Revitalisasi Stasiun Tanah Abang Diresmikan, Prabowo Naik KRL Bareng Warga
Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen membatasi impor barang bekas, terutama pakaian, yang selama ini mengganggu pasar dalam negeri dan meresahkan masyarakat. “Kita ingin melindungi produksi lokal agar tetap kompetitif,” tegasnya.
Program lain yang tak kalah penting adalah peningkatan kapasitas tenaga kerja Indonesia untuk pasar global. Pemerintah menyiapkan program beasiswa dan pelatihan bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin bekerja di luar negeri.
Baca Juga: Pengguna KRL Akui Prabowo Perbaiki Kereta Api dan Stasiun: Bagus dan Nyaman
Pelatihan tersebut, ujar Cak Imin, mencakup keahlian seperti welder, care giver, dan hospitality, disertai penguatan kemampuan bahasa asing sesuai kebutuhan negara tujuan. “Kita ingin tenaga kerja Indonesia berdaya saing tinggi dan mampu merebut peluang kerja di luar negeri dengan kualitas yang unggul,” tutur Cak Imin.
Artikel Terkait
Revitalisasi Stasiun Tanah Abang Diresmikan, Prabowo Naik KRL Bareng Warga
Pemerintah Hadir untuk Rakyat lewat 60 Persen Subsidi Transportasi Publik
SPBU Arjasa Tepis Tudingan Pertalite Bercampur Air, Pertalite Dipastikan Sesuai Spesifikasi