Minggu, 19 April 2026

Blokade AS ke Iran, Pengamat: Bisa Berdampak ke Ekonomi Daerah di Indonesia

Photo Author
Agus Sugiyanto, Pandhalungan.com
- Selasa, 14 April 2026 | 13:58 WIB
Kebijakan Amerika Serikat yang memulai blokade terhadap pelabuhan Iran dinilai berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, khususnya sektor energi dan perdagangan internasional.Foto istimewa
Kebijakan Amerika Serikat yang memulai blokade terhadap pelabuhan Iran dinilai berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, khususnya sektor energi dan perdagangan internasional.Foto istimewa

 

Pandhalungan.com, JAKARTA – Kebijakan Amerika Serikat yang memulai blokade terhadap pelabuhan Iran dinilai berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, khususnya sektor energi dan perdagangan internasional.

Meski harga minyak dunia sempat mengalami penurunan akibat harapan dialog, situasi geopolitik yang memanas tetap menyimpan risiko besar bagi perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi menilai bahwa konflik ini tidak bisa dilihat semata sebagai isu regional, melainkan memiliki efek berantai terhadap struktur ekonomi global.

Baca Juga: Oknum Karyawan SPPG di Pasirkuda Cianjur Diduga Aniaya Konten Kreator yang Sempat Masuk ke Dapur untuk Tinjau Menu MBG

“Blokade ini menyasar jalur strategis energi dunia. Ketika distribusi minyak terganggu, volatilitas harga akan meningkat dan ini berdampak langsung pada inflasi serta biaya produksi di banyak negara,” ujarnya, di Jakarta, Selasa 14 April 2026.

Menurutnya, meskipun pasar merespons positif dengan turunnya harga minyak akibat ekspektasi dialog, kondisi tersebut bersifat sementara dan sangat rentan berubah.

Noviardi menegaskan bahwa ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, terutama terkait jalur vital seperti Selat Hormuz, dapat memicu gejolak harga energi sewaktu-waktu.

Baca Juga: Kang Cucun Tinjau Program BSPS di Kabupaten Bandung, Soroti Kendala Lahan BUMN

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dampak tidak langsung juga akan dirasakan oleh daerah-daerah yang ada di Indonesia. Kenaikan harga energi global berpotensi meningkatkan biaya logistik dan distribusi, yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat.

“Daerah dengan ketergantungan tinggi pada sektor distribusi dan konsumsi akan lebih rentan terhadap shock eksternal seperti ini,” katanya.

Noviardi juga mengingatkan pemerintah untuk memperkuat strategi mitigasi, mulai dari menjaga stabilitas pasokan energi domestik hingga memperkuat ketahanan pangan.

Baca Juga: Arzeti Bilbina: Jangan Sampai Indonesia Ditolak Dunia seperti Kasus Taiwan!

Ia menilai bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal.

Kebijakan Amerika Serikat yang memulai blokade terhadap pelabuhan Iran dinilai berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, khususnya sektor energi dan perdagangan internasional.Foto istimewa

Halaman:

Editor: Agus Sugiyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alasan Bitcoin Gagahi Emas dan Balik ke US$70 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 07:14 WIB
X