Pandhalungan.com, Aceh— Desa-desa terpencil di Aceh yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor kini mulai bangkit kembali. Jalur-jalur yang sebelumnya tidak dapat dilalui perlahan tersambung. Di sejumlah titik, jembatan penghubung telah berdiri, jalan mulai dibuka, dan aktivitas warga kembali bergerak, meski sebagian akses masih dalam tahap pengerasan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda, turut serta melakukan gotong royong dengan berbagai pihak.
Baca Juga: TNI dan Warga Gotong Royong Pulihkan Aceh, Renovasi Rumah hingga Bersihkan Masjid
Wilayah yang sebelumnya hanya menyisakan puing dan material longsoran kini perlahan berubah. Berkat kerja tanpa henti dari berbagai unsur, seperti TNI, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Polri, PLN, serta pihak terkait lainnya, jalur-jalur yang sempat terputus kembali hidup dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana.
Rangkaian pembangunan ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa terpencil yang selama ini rentan terisolasi saat bencana melanda.
Baca Juga: Update Pembangunan Hunian di Aceh, Sumut, dan Sumbar 2 Bulan Pascabencana
Meski sebagian akses masih dalam proses pengerasan, masyarakat mulai merasakan manfaatnya. Jalur transportasi kembali terbuka, mobilitas membaik, dan roda kehidupan perlahan kembali berputar.
Di Kabupaten Aceh Timur, salah satu pembangunan yang menonjol adalah jembatan aramco yang dibangun oleh prajurit TNI di Desa Alue Gadeng Dua, Kecamatan Birem Bayeun. Jembatan tersebut telah rampung dan menjadi penghubung penting antara Desa Alue Sentang dan Desa Alue Gadeng Dua, sekaligus membuka akses jalan desa menuju jalur lintas Medan–Banda Aceh.
Baca Juga: Jembatan Terus Dibangun, Desa-desa di Tapanuli Kian Tersambung
Pembangunan serupa juga dilakukan di Desa Alue Sentang I, Kecamatan Birem Bayeun, berupa jembatan yang menghubungkan Desa Alue Sentang dengan Desa Alue Gadeng Dua serta terhubung langsung ke jalan lintas Medan–Banda Aceh. Sementara itu, di Desa Alue Sentang II, jembatan berfungsi menghubungkan antardusun dalam desa tersebut sekaligus menjadi akses menuju jalur utama.
Di wilayah lain Aceh Timur, jembatan juga dibangun di Desa Buket Kuta, Kecamatan Peudawa. Jembatan ini menghubungkan Dusun Leupon, Gampong Buket Kuta, dengan Simpang Damar, Desa Lhok Lemak, Kecamatan Darul Ihsan. Infrastruktur tersebut menjadi urat nadi penting bagi mobilitas warga, termasuk untuk aktivitas ekonomi dan akses layanan dasar.
Baca Juga: Pemerintah Bangun Jembatan di Desa-Desa Terpencil Aceh, Permudah Akses Warga
Tak hanya Aceh Timur, pemulihan akses juga terlihat di Kabupaten Bener Meriah. Di Kecamatan Permata, ruas jalan KKA yang menghubungkan Aceh Utara dan Bener Meriah mulai diperkuat dengan pembangunan konektivitas di sejumlah titik. Jalur penghubung dibangun di Desa Burni Pase 3, Desa Burni Pase 4 KM 61, serta Desa Pasar Buntul (KM 45) yang menghubungkan Dusun Mekar Jaya menuju Dusun Buntul.
Sementara itu, di Kecamatan Bandar, jalur penghubung antardesa juga dibangun di Desa Bahgie Bertona menuju Desa Pondok Baru.