Tantangan tidak berhenti di situ. Cuaca pegunungan yang berubah cepat turut menguji ketahanan fisik dan mental para petugas. Kabut tebal kerap turun dan membatasi jarak pandang, sementara hujan mengguyur area pencarian dan membuat tebing semakin licin.
Baca Juga: Warga NU Rambipuji Gelar Donor Darah, Sukses Sumbangkan 65 Kantong Darah
Meski dihadapkan pada berbagai rintangan alam, semangat dan dedikasi Tim SAR Gabungan tidak surut. Hingga akhirnya, seluruh korban dan properti penting pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan.
Operasi ini menjadi gambaran nyata perjuangan kemanusiaan, di mana keberanian dan kerja sama menjadi kunci di tengah kerasnya alam Pegunungan Bulusaraung.