nasional

Melihat Perjuangan Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500: Gelantungan di Helikopter hingga Tebing

Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:42 WIB
Melihat Perjuangan Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500: Gelantungan di Helikopter hingga Tebing. Foto istimewa Pandhalungan

Pandhalungan.com, Sulawesi Selatan - Pencarian panjang dan melelahkan Tim SAR Gabungan akhirnya berbuah hasil. Korban terakhir kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1) pagi.

Dengan penemuan tersebut, seluruh korban yang berjumlah 10 orang dinyatakan telah ditemukan setelah tujuh hari operasi pencarian yang penuh tantangan.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Jaga Kereta Api, Tegaskan Sanksi Hukum atas Aksi Vandalisme di Jalur Bagor–Nganjuk

Korban terakhir ditemukan pada pukul 09.16 Wita oleh tim Elang 5 dari Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin yang bekerja bersama unsur SAR gabungan.

Lokasi penemuan berada di area tebing curam yang berbatasan langsung dengan aliran air pegunungan, sebuah medan ekstrem yang sejak awal menjadi momok bagi tim evakuasi.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Hadir Lebih Dekat dalam Event “Smansa Fun Run With KAI” di Kota Jombang

Melihat Perjuangan Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500. Foto istimewa Pandhalungan

Sejak hari pertama, medan Pegunungan Bulusaraung memang dikenal sulit dijangkau. Lereng terjal, jurang dalam, serta batu-batu besar yang tersebar di sepanjang tebing membuat proses pencarian dan evakuasi tidak bisa dilakukan secara biasa.

Tim SAR harus mengandalkan teknik khusus demi menjangkau lokasi jatuhnya pesawat dan titik ditemukannya korban.

Baca Juga: SMPN 1 Gumukmas Gelar Festival Kesiapsiagaan Sekolah, Pahami Mitigasi Bencana Sejak Dini

Dalam sejumlah momen krusial, tim SAR gabungan tampak harus bergelantungan di helikopter untuk bisa turun ke lokasi. Dengan bantuan tali penyelamat, satu per satu personel menuruni tebing curam secara perlahan.

Setiap langkah dilakukan dengan perhitungan matang, mengingat sedikit kesalahan dapat berakibat fatal, baik bagi korban maupun petugas.

Baca Juga: Gempa Mengguncang SDN 01 Kepanjen, Ratusan Siswa Sigap Berlindung dan Evakuasi Mandiri

Proses evakuasi korban dan serpihan pesawat dilakukan dengan metode penarikan menggunakan tali, kemudian diangkat secara bertahap ke helikopter. Kondisi medan yang sempit dan licin memaksa tim bekerja ekstra hati-hati. Tidak jarang mereka harus berhenti sejenak untuk memastikan kestabilan pijakan di antara batu-batu besar yang rawan longsor.

Halaman:

Tags

Terkini