Pandhalungan.com, JEMBER -Lembaga pendidikan se kecamatan Kaliwates yang diinisiasi oleh PGRI, K3S, KKG PJOK, KKG PAI dab Dharma Wanita menggelar halal bihalal hari raya Idhul Fitri 1447 H, yang diselenggarakan di masjid Cengho kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates Kabulaten Jember, Senin 30/03/2026.
Diana Puji Lestari, S.Pd.,M.Pd selaku pengawas bina SD Kecamatan Kaliwates menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal lembaga pendidikan se kecamatan Kaliwates di Masjid Cheng Hoo tahun ini merupakan kegiatan kedua kalinya. Pertama kali diselenggarakan tahun 2025 di Islamic Center Darus Sholah dimana semua elemen organisasi pendidikan seperti PGRI, K3S, KKG PJOK, KKG PAI bersatu, dan tahun 2026 ini ditambah Darma wanita menyelenggarakan kegiatan bersama halal bihalal.
Baca Juga: Sosialisasi, Tidak Mengikuti TKA Otomatis Sekolah Tak Bisa Ikut ANBK.
Dengan adanya kolaborasi dan kekompakan semuanya, alhamdulillah halal bihalal berlangsung untuk kedua kalinya dengan tujuan tidak ada lain yaitu silaturrahmi meningkatkan persaudaraan lembaga pendidikan di kecamatan Kaliwates yang terdiri dari 25 lembaga negeri dan 16 lembaga swasta dimana ada lembaga non Islam didalamnya seperti SDK Maria Fatima. Ini bentuk toleransi yang kita bangun bersama dihadiri suster, lembaga swasta, anggota PGRI, TK, SMP, SMK, SMA. Dengan kebersamaan ini kedepannya lembaga pendidikan se kecamatan Kaliwates lebih baik, lebih maju dan lebih berprestasi dalam segala hal, ungkap Diana Puji Lestari.
Sementara itu Dispendik Jember yang diwakili Kabid Pembinaan SD Abdullah, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan sebagai ASN kita otomatis harus patuh pada pimpinan siapapun pimpinannya dan marilah kita dukung program bupati Jember kalau ada yang kurang baik bisa disampaikan dengan baik.
Baca Juga: Keluarga Besar SMAN 2 Tanggul Gelar Halal Bihalal Penuh Kehangatan dan Kebersamaan
Program pemerintah yang penting diantaranya adalah digitalisasi pembelajaran. Untuk sementara semua sekolah mendapatkan 1 papan interaktif digital (PID) dan nantinya semua kelas akan mendapatkan PID program kementrian. Saya himbau agar betul-betul dimanfaatkan dan semua guru menguasai PID tersebut. Selain itu sekolah juga mendapatkan bantuan laptop dan hardis ekternal dengan tujuan apabila WIFI lemot tidak bisa online bisa memakai hardis karena di hardis tersebut sudah lengkap materi pembelajaran dan medianya. Harapannya kita bisa melayani pendidikan anak-anak kita sehingga bisa menjadi anak berprestasi dengan peningkatan kualitas pembelajaran,terang Abdullah.
Masalah THR P3K paruh waktu pemerintah tidak bisa memberikan THR 100% karena terbentur peraturan kementrian yaitu masa kerja dibagi 12 bulan dikalikan gajinya. Sebagai ASN kita harus taat aturan dan alhamdulillah Jember termasuk luarbiasa memberikan THR P3K paruh waktu masuk kedalam APBD, sedangkan kabupaten lain ada yang dari BOS sekitar 200-300 ribu dan sempat menimbulkan masalah karena dana BOS tidak boleh untuk membayar honor ASN, ungkap Abdullah.
Lebih lanjut Abdullah, menyampaikan kenapa ASN setiap minggu diminta mengupload media promosi Jember karena dengan adanya promosi ini diharapkan pariwisata Jember meningkat sehingga pendapatan daerah juga meningkat untuk pembangunan dan kesejahteraan.
Terkait PPG 100% kenapa terlambat cair padahal transfer dari pusat sudah masuk. Ini disebabkan di kas daerah tidak bisa diutak atik karena semuanya diperiksa BPK. Turunnya PPG ke Pemda tanggal 22 Desember 2025 sedangkan pengeluaran sudah ditutup tanggal 15 Desember 2025 sehingga tidak bisa dicairkan. Anggaran sudah disahkan DPRD dan bisa dikeluarkan setelah PABD bulan Agustus, tapi berkat usaha bupati melobi DPRD akhirnya PPG 100% bisa cair sebelum hari raya, pungkas Abdullah.